Āli `Imrān: 31.  If you desire to obey Him, then do what He had commanded you to do since the love of the slave of Allah and the Messenger lies in obeying both of them and being happy with what they command. Allah’s love for them is His pardon to them and His blessing them with His mercy. It is said that love from Allah manifests itself in protection and success. Love on the part of the slaves manifests and in obedience. Allah promises His love and forgiveness to those who follow the Prophet and prefer him to their own passions and inclinations. Soundness of belief is based on submission to the Prophet and satisfaction with his judgement and abandoning opposition to him.

Āli `Imrān: 31.

If you desire to obey Him, then do what He had commanded you to do since the love of the slave of Allah and the Messenger lies in obeying both of them and being happy with what they command. Allah’s love for them is His pardon to them and His blessing them with His mercy. It is said that love from Allah manifests itself in protection and success. Love on the part of the slaves manifests and in obedience.

Allah promises His love and forgiveness to those who follow the Prophet and prefer him to their own passions and inclinations. Soundness of belief is based on submission to the Prophet and satisfaction with his judgement and abandoning opposition to him.

Di atas langit ada langit lagi ⛅️

Di atas langit ada langit lagi ⛅️

Aku Seperti Ibu

Karena aku seperti ibu, aku mau punya pendamping hidup yang seperti ayah.

Karena ketika moodku jelek akupun seperti ibu, aku mau punya seseorang yang bisa menghandleku seperti ayah menghandle ibu.

Karena aku tak ingin memaksa Tuhanku, aku hanya minta diberi pasangan yang bisa membahagiakan ayah dan ibu.

RASA TAKUT

Aku akan duduk melihatmu dari jauh sambil mendoakanmu selama aku tidak bisa melakukan apapun saat ini. Bahkan untuk sekedar bertanya apa kamu sudah makan atau apa kamu baik-baik saja. Sekalipun kesempatan itu ada, aku merasa tidak semua kesempatan mesti diambil.

Aku akan duduk memperhatikanmu dari jauh-jauh sambil mendoakanmu. Sekalipun tangan dan kaki ini begitu ingin bergerak menolongmu ketika kamu tersandung dan jatuh. Aku tahu kamu bisa berdiri sendiri meski harus duduk sebentar untuk merasakan rasa sakit itu.

Aku akan berdiri dan memandangmu dari jauh sambil mendoakanmu. Aku akan memastikanmu baik-baik saja, setidaknya aku tahu apa kamu bahagia atau bersedih hari ini. Sebab aku tidak bisa berada di dekatmu saat ini. Tuhan tidak menyukainya. Bahkan ketika aku bersembunyi-sembunyi seperti ini pun aku masih merasa takut bahwa Dia cemburu karena aku menduakanNya.

Lalu aku bersimpuh, menanyakan pada diri sendiri mengapa aku takut untuk melangkah lebih jauh. Aku tahu aku menginginkan berada di sana, berada di dekatmu saat suka dan duka. Orang yang akan menolongmu pertama kali saat jatuh, menjadi orang pertama yang akan menemuimu di pagi hari untuk menanyakanmu, apa kabar tidur malam tadi, nyenyakkah? Menjadi orang yang akan selalu berada di dekatmu dan menggandeng tanganmu saat kemana-mana. Membuatkanmu sarapan pagi atau secangkir kopi di malam hari.

Aku bertanya mengapa aku takut untuk melangkah lebih jauh. Aku terlalu takut pada kenyataan bahwa aku memang penakut. Aku ingin bertanya kepada Tuhan mengapa aku begitu takut. Apakah Tuhan cemburu karena aku lebih mencintai makhluk-Nya daripada dirinya sendiri. Aku takut Dia marah padaku dan mencabut keberanian itu di dalam diriku, menggantinya dengan rasa takut dan khawatir. -via lestarivon

                                                                       Bandung, 311013

Rotation

Bola Bumi bergerak memutari matahari dengan kecepatan 29,8km/detik. Cepat sekali, itu artinya Bandung-Jakarta hanya 5 detik saja. Tidak hanya itu, bola Bumi berotasi di sumbunya dengan kecepatan 1670km/jam, itu juga cepat sekali, ngalah2in kecepatan gasing yang ada.

Tapi kenapa kita yang tinggal di Bumi merasa baik-baik saja? Harusnya kita mual, muntah2 dengan kecepatan setinggi itu. Melihat gasing berputar cepat saja kita bisa pusing, ini berkali-kali kecepatan gasing.

Itulah salah-satu kasih sayang Tuhan, diberikan ke seluruh penghuni Bumi. Gratis. Agar kita bersyukur. Sekaligus sebagai pelajaran bahwa kita itu terlalu kecil dibanding Bumi yang raksasa, jadi ya nggak terasa. Agar kita sadar diri, harta benda, dsbgnya yg kita miliki (termasuk emas sebesar gunung sekalipun) tidak ada artinya sekali Bumi berhenti berputar.

*Angka2 yang melapangkan

Jika kita disuruh berhitung dari angka 1 sampai dengan 100.000 selama 24 jam, siang malam, tidak boleh tidur, tidak boleh makan, terus saja berhitung, maka, rasa-rasanya, kita semua tidak akan kuat. Berhitung hingga 1.000 saja sudah ribet, apalagi hingga 100.000, bisa keplintet, plintet bibir kita berhitung. Tapi ada yang bisa melakukannya, terus ‘berhitung’, tiada henti,

tiada error, terusss saja ‘berhitung’, siang malam, tiap menit, tiap detik, sesuai dengan ritmenya, itulah jantung kita. Menurut penelitian, jantung manusia rata2 berdetak 72 kali setiap menit, alias 103ribu kali selama 24 jam, tidak bosan, tidak lelah, tidak tertukar. Jika usia kita hingga 66 tahun, maka itu berarti jantung kita berdetak tiada henti hingga 2,5 milyar kali. Baru berhenti jika kita telah dingin membeku.

Sungguh besar kasih sayang Tuhan.

Pernahkah kita berdiri di bawah air terjun? Pasti banyak yang pernah. Amat menyenangkan duduk di bawah air terjun setinggi 2-3 meter, seperti dipijat oleh airnya. Jika tingginya 4-10 meter, pijatannya semakin keras. Jika tinggi air terjunnya 100 meter? Coba saja kunjungi, banyak air terjun di Indonesia yang tingginya diatas 100 meter. Bukan dipijat lagi, derasnya air jatuh bahkan bisa membahayakan. Nah, jika air terjunnya seperti Angel Falls, Venezuela, yang tingginga nyaris 1000 meter? Saya belum pernah ke Venezuela, tapi rasa2nya berdiri di bawah air terjun itu, menyambut derasnya air, sama saja mencari masalah. Tapi, sungguh Tuhan punya skenario yang sempurna saat menurunkan hujan. Tinggi awan2 itu ribuan meter, bahkan awan cumulus nimbus bisa menjejak tinggi 16 kilometer. Apa jadinya jika air hujan diturunkan seperti menumpahkan air dari ember? Binasa semua kehidupan di bawah, terkena tsunami vertikal. Tuhan mendesain, menurunkannya dengan tetes-tetes air saja. Yang saat turun, bahkan sedemikian rupa bisa melambat dengan sendirinya (tidak seperti batu jatuh yg justeru semakin cepat), tetes air hujan tiba di permukaan bumi hanya dgn kecepatan 6-30km/jam. Kecepatan yg sangat aman. Kaca mobil tidak pecah, kepala manusia tidak berdarah, atap rumah tidak berlubang. Menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Sungguh besar kasih sayang Tuhan.

Ada banyak sekali ‘angka2’ di sekitar kita. Tidak perlu pengetahuan matematika atau pengetahuan alam tingkat tinggi untuk memahaminya. Dengan resep kecil: selalu menggunakan sudut pandang yang berbeda, maka semoga semua hal itu mampu memberikan rasa lapang di hati. Rasa bersyukur. Bahwa hidup kita ini selalu dalam naungan kasih sayang Tuhan. Tidak terkecuali—bahkan orang jahat sekalipun.

Sungguh besar kasih sayang Tuhan.
sumber: Tere Liye

30nov part II

(Source: Spotify)

30nov

Tak bisa kusingkap lewat tarian kata, maaf hanya harmoni doa tempat kutitip semua lagam cinta. Dariku, untukmu.

Hey little train! Wait for me!

(Source: Spotify)

20:47

Lagamkan secara nyata, jangan terjebak dalam retorika. Tuhanmu menunggu ayatnya gemakan semesta :)