Karena objektif adalah penghargaan tertinggi untuk sebuah kekaguman. Buka mata, mulai membaca. Iqra.

England! Wait for me~

Kenapa saya harus ke Inggris?

Hai haiii haloo, apa kabar? Bagi yg baru pertama kali mengunjungi blog ini kenalkan saya Ratna. Mahasiswi tingkat akhir asli Bandung yang belum punya pacar (loh kok?) haha. Selamat datang di blog saya, mohon maaf kalau nanti banyak menemukan kata-kata yg tidak berkesinambungan alias ceplas ceplos semaunya hoho. Anyway langsung aja yuk ke topik pembicaraan.

Diliat dari judulnya udah ketauan dong tema-nya tentang apa? Yaps, alasan saya musti harus wajib ke Inggris. Dan entah sebuah petunjuk atau apa pas kemarin-kemarin saya buka twitter liat ada info dari mister potato buat jalan-jalan ke inggris selama 9 hari GRATIS! Gratis meeeenn gratisss. Bagaikan nemu uang lima ribu di saku celana pas ahir bulan. Seneng banget perasaan saya. Sebuah kesempatan emas yg ga boleh dilewatkan!

Kembali lagi ke pertanyaan di judul postingan kali ini. Jika ditanya kenapa sih ko kayanya pengen banget ke Inggris? Bisa-bisa ntar nih judul malah jadi judul skripsi saya, soalnya puanjaang bangeeett kalo dijabarin semuanya. Jadi secara garis besarnya aja, yuk disimak.

Siapa sih yang gatau Inggris?  Adik saya yg kelas tiga sd aja tau. Negara yg kaya akan nilai sejarah, budaya dan pengetahuan ini merupakan negara yang harus dimasukkin ke list vacation karena diliat dari berita-beritanya di media bikin ngiler pengen kesana (terutama saya). Dan alasan pertama saya ingin ke Inggris adalah London. Kota lahirnya para musisi terkenal dan kota dengan keamanan terbaik sedunia. Dengan Big Beng sebagai ikonnya. Sebuah menara jam yang dijadikan pusat perhitungan waktu di dunia. Dari dulu ingin rasanya membawa semua koleksi jam tangan dan menyamakan waktunya. Lalu berjalan santai dan sekedar memandang langsung megahnya Big Beng dari sisi jembatan sungai Thames maupun dari sebrang jalan dan mendengarkan lonceng dentang jam. Duh…

Yang kedua yaitu London Eye yang artinya Mata London (iyalah kalo mata kucing jadinya Cat Eye), disebut London Eye karena bangunannya sangat besar dan bulat, jadi semacam menyerupai sebuah mata yg dapat mengawasi kota London secara keseluruhan. Bianglala raksasa ini merupakan salah satu wahana (yakali di dufan) yang harus saya naiki. Kebayang bisa melihat seluruh pemandangan kota London di atas puncak London Eye nanti. Soo amazinggg. Lalu melihat cantiknya London Eye di malam hari di kala diterangi lampu-lampu cantik. Aduhai indahnya…. (ngelap iler).

“Hey Jude, apaaa???” (sodorin mike ke penonton, berasa jadi Paul McCartney). The Beatles, sebuah band legendaris yang semenjak saya masih ingusan mendengarkan alunan lagunya dari pemutar musik tua milik ayah dan sampai sekarang, tetap masih teringat bagaimana khasnya mereka membawakan lagu. Kombinasi pas dari John Lennon, Paul McCartney, Ringo Starr, dan George Harisson. Memang pantas disebut legenda karena sampai generasi terbaru pun orang mengenal siapa itu The Beatles. Semua orang bisa menjadi bintang, tapi sulit untuk menjadi legenda (efek dengerin Let it Be, jadi melow). Yah intinya band ini merupakan salah satu band favorit saya sepanjang masa, abadi nan jaya~

Yang keempat tidak lain dan tidak bukan adalah Buckingham Palace. Tempat dimana para anggota kerajaan tinggal. Melihat sekilas bagaimana megahnya arsitektur dari istana Buckingham (via televisi tentunya, bukan secara live) membuat saya jadi berasa di negeri dongeng. Lalu yang kelima yaitu Liga Inggris! Yah walaupun sebenarnya bukan penggemar fanatik sepak bola tapi saya sangat kagum dengan sistem persepakbolaan disana dan ga ada salahnya kalau nanti bisa berfoto di stadion dimana biasa dilangsungkan pertandingan klub raksasa hohoho. Terlihat dari antusiasme penonton yang bahkan menyebar hingga seluruh dunia (termasuk adik saya yg kelas tiga itu, dia bisa tau nama pemain bahkan sampai jenis-jenis sepatu yg dipakai oleh para bintang sepak bola. ckckck), sepak bola di sana bisa dibilang sangat sukses. Mulai dari kemegahan stadion, skill pemain, pelatih, dan ketertiban para penonton. Persaingan klub-klub besar seperti Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea dan lainnya selalu menjadi topik hangat yang selalu di dengar setiap hari. Jebreeeeddddd goooollllllll….

At least walaupun bukan yg terakhir sebenarnya masih banyak sekali alasan saya ingin sekali pergi ke Inggris. Mengunjungi Baker Street dimana Sherlock Holmes tinggal (menurut novelnya), lalu ke stasiun bawah tanah, melihat atau mungkin menaiki bus merah bertingkat, merasakan udara di sana, menelusuri jalanan Inggris, melihat aktivitas orang Inggris daaaan masih banyak lainnya. Yah pokonya saya sangat excited alias antusias sekali untuk bisa pergi ke sana. Yang selama ini hanya lihat-lihat ada apa saja sih di Inggris via tv maupun internet, atau sekedar lihat-lihat harga tiket pesawat kesana (tanpa membeli tentunya karena sangat mahal). Jadiii semoga saya merupakan pemenang kuis mister potato ini. Karena pergi ke Inggris merupakan cita-cita besar saya dan saya akan sangat berterima kasih dan bersyukur jikalau bisa berkesempatan pergi kesana. Ya walaupun semuanya hanya Tuhan yg menentukan. Tapi setidaknya ga ada salahnya kita berusaha untuk mencoba. So once again, i hope that i can go there :)image

*standing applause buat si meng satu ini
prok prok prok prok prok

*standing applause buat si meng satu ini

prok prok prok prok prok

243,987 notes

“Siapakah dia?”
Sosok yang cukup diam saja saat aku lunglai dan terlalu lelah bahkan untuk mengeluh. Aku yang hanya butuh pundaknya untuk sampirkan penat, pejamkan mata, kemudian terlelap. Sosok yang bersamanya aku tak perlu banyak bicara.

“Siapakah dia?”

Sosok yang cukup diam saja saat aku lunglai dan terlalu lelah bahkan untuk mengeluh. Aku yang hanya butuh pundaknya untuk sampirkan penat, pejamkan mata, kemudian terlelap. Sosok yang bersamanya aku tak perlu banyak bicara.

Āli `Imrān: 31.  If you desire to obey Him, then do what He had commanded you to do since the love of the slave of Allah and the Messenger lies in obeying both of them and being happy with what they command. Allah’s love for them is His pardon to them and His blessing them with His mercy. It is said that love from Allah manifests itself in protection and success. Love on the part of the slaves manifests and in obedience. Allah promises His love and forgiveness to those who follow the Prophet and prefer him to their own passions and inclinations. Soundness of belief is based on submission to the Prophet and satisfaction with his judgement and abandoning opposition to him.

Āli `Imrān: 31.

If you desire to obey Him, then do what He had commanded you to do since the love of the slave of Allah and the Messenger lies in obeying both of them and being happy with what they command. Allah’s love for them is His pardon to them and His blessing them with His mercy. It is said that love from Allah manifests itself in protection and success. Love on the part of the slaves manifests and in obedience.

Allah promises His love and forgiveness to those who follow the Prophet and prefer him to their own passions and inclinations. Soundness of belief is based on submission to the Prophet and satisfaction with his judgement and abandoning opposition to him.

Di atas langit ada langit lagi ⛅️

Di atas langit ada langit lagi ⛅️

Aku Seperti Ibu

Karena aku seperti ibu, aku mau punya pendamping hidup yang seperti ayah.

Karena ketika moodku jelek akupun seperti ibu, aku mau punya seseorang yang bisa menghandleku seperti ayah menghandle ibu.

Karena aku tak ingin memaksa Tuhanku, aku hanya minta diberi pasangan yang bisa membahagiakan ayah dan ibu.

RASA TAKUT

Aku akan duduk melihatmu dari jauh sambil mendoakanmu selama aku tidak bisa melakukan apapun saat ini. Bahkan untuk sekedar bertanya apa kamu sudah makan atau apa kamu baik-baik saja. Sekalipun kesempatan itu ada, aku merasa tidak semua kesempatan mesti diambil.

Aku akan duduk memperhatikanmu dari jauh-jauh sambil mendoakanmu. Sekalipun tangan dan kaki ini begitu ingin bergerak menolongmu ketika kamu tersandung dan jatuh. Aku tahu kamu bisa berdiri sendiri meski harus duduk sebentar untuk merasakan rasa sakit itu.

Aku akan berdiri dan memandangmu dari jauh sambil mendoakanmu. Aku akan memastikanmu baik-baik saja, setidaknya aku tahu apa kamu bahagia atau bersedih hari ini. Sebab aku tidak bisa berada di dekatmu saat ini. Tuhan tidak menyukainya. Bahkan ketika aku bersembunyi-sembunyi seperti ini pun aku masih merasa takut bahwa Dia cemburu karena aku menduakanNya.

Lalu aku bersimpuh, menanyakan pada diri sendiri mengapa aku takut untuk melangkah lebih jauh. Aku tahu aku menginginkan berada di sana, berada di dekatmu saat suka dan duka. Orang yang akan menolongmu pertama kali saat jatuh, menjadi orang pertama yang akan menemuimu di pagi hari untuk menanyakanmu, apa kabar tidur malam tadi, nyenyakkah? Menjadi orang yang akan selalu berada di dekatmu dan menggandeng tanganmu saat kemana-mana. Membuatkanmu sarapan pagi atau secangkir kopi di malam hari.

Aku bertanya mengapa aku takut untuk melangkah lebih jauh. Aku terlalu takut pada kenyataan bahwa aku memang penakut. Aku ingin bertanya kepada Tuhan mengapa aku begitu takut. Apakah Tuhan cemburu karena aku lebih mencintai makhluk-Nya daripada dirinya sendiri. Aku takut Dia marah padaku dan mencabut keberanian itu di dalam diriku, menggantinya dengan rasa takut dan khawatir. -via lestarivon

                                                                       Bandung, 311013

Rotation

Bola Bumi bergerak memutari matahari dengan kecepatan 29,8km/detik. Cepat sekali, itu artinya Bandung-Jakarta hanya 5 detik saja. Tidak hanya itu, bola Bumi berotasi di sumbunya dengan kecepatan 1670km/jam, itu juga cepat sekali, ngalah2in kecepatan gasing yang ada.

Tapi kenapa kita yang tinggal di Bumi merasa baik-baik saja? Harusnya kita mual, muntah2 dengan kecepatan setinggi itu. Melihat gasing berputar cepat saja kita bisa pusing, ini berkali-kali kecepatan gasing.

Itulah salah-satu kasih sayang Tuhan, diberikan ke seluruh penghuni Bumi. Gratis. Agar kita bersyukur. Sekaligus sebagai pelajaran bahwa kita itu terlalu kecil dibanding Bumi yang raksasa, jadi ya nggak terasa. Agar kita sadar diri, harta benda, dsbgnya yg kita miliki (termasuk emas sebesar gunung sekalipun) tidak ada artinya sekali Bumi berhenti berputar.

*Angka2 yang melapangkan

Jika kita disuruh berhitung dari angka 1 sampai dengan 100.000 selama 24 jam, siang malam, tidak boleh tidur, tidak boleh makan, terus saja berhitung, maka, rasa-rasanya, kita semua tidak akan kuat. Berhitung hingga 1.000 saja sudah ribet, apalagi hingga 100.000, bisa keplintet, plintet bibir kita berhitung. Tapi ada yang bisa melakukannya, terus ‘berhitung’, tiada henti,

tiada error, terusss saja ‘berhitung’, siang malam, tiap menit, tiap detik, sesuai dengan ritmenya, itulah jantung kita. Menurut penelitian, jantung manusia rata2 berdetak 72 kali setiap menit, alias 103ribu kali selama 24 jam, tidak bosan, tidak lelah, tidak tertukar. Jika usia kita hingga 66 tahun, maka itu berarti jantung kita berdetak tiada henti hingga 2,5 milyar kali. Baru berhenti jika kita telah dingin membeku.

Sungguh besar kasih sayang Tuhan.

Pernahkah kita berdiri di bawah air terjun? Pasti banyak yang pernah. Amat menyenangkan duduk di bawah air terjun setinggi 2-3 meter, seperti dipijat oleh airnya. Jika tingginya 4-10 meter, pijatannya semakin keras. Jika tinggi air terjunnya 100 meter? Coba saja kunjungi, banyak air terjun di Indonesia yang tingginya diatas 100 meter. Bukan dipijat lagi, derasnya air jatuh bahkan bisa membahayakan. Nah, jika air terjunnya seperti Angel Falls, Venezuela, yang tingginga nyaris 1000 meter? Saya belum pernah ke Venezuela, tapi rasa2nya berdiri di bawah air terjun itu, menyambut derasnya air, sama saja mencari masalah. Tapi, sungguh Tuhan punya skenario yang sempurna saat menurunkan hujan. Tinggi awan2 itu ribuan meter, bahkan awan cumulus nimbus bisa menjejak tinggi 16 kilometer. Apa jadinya jika air hujan diturunkan seperti menumpahkan air dari ember? Binasa semua kehidupan di bawah, terkena tsunami vertikal. Tuhan mendesain, menurunkannya dengan tetes-tetes air saja. Yang saat turun, bahkan sedemikian rupa bisa melambat dengan sendirinya (tidak seperti batu jatuh yg justeru semakin cepat), tetes air hujan tiba di permukaan bumi hanya dgn kecepatan 6-30km/jam. Kecepatan yg sangat aman. Kaca mobil tidak pecah, kepala manusia tidak berdarah, atap rumah tidak berlubang. Menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Sungguh besar kasih sayang Tuhan.

Ada banyak sekali ‘angka2’ di sekitar kita. Tidak perlu pengetahuan matematika atau pengetahuan alam tingkat tinggi untuk memahaminya. Dengan resep kecil: selalu menggunakan sudut pandang yang berbeda, maka semoga semua hal itu mampu memberikan rasa lapang di hati. Rasa bersyukur. Bahwa hidup kita ini selalu dalam naungan kasih sayang Tuhan. Tidak terkecuali—bahkan orang jahat sekalipun.

Sungguh besar kasih sayang Tuhan.
sumber: Tere Liye